Minyak Mentah Turun di Bawah $ 62 karena Stok AS Terlihat Meluas

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak diperdagangkan di bawah $ 62 per barel jelang rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah menguat untuk pekan keempat.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,9% di New York setelah naik 0,4% ke penutupan tertinggi dalam dua pekan pada hari Selasa. Stok mungkin meningkat 3 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Informasi Administrasi Energi pada hari Kamis. Namun, diskusi terakhir antara OPEC dan angotanya menyimpulkan bahwa kelebihan pasokan mereda pada laju yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, ungkap analis.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun sebanyak 57 sen menjadi $ 61,22 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 10.22 pagi di Seoul. Totalvolume yang diperdagangkan sekitar 39% di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak Maret berakhir pada hari Selasa setelah menambahkan 22 sen menjadi $ 61,90.

Brent untuk penyelesaian April turun 0,6% menjadi $ 64,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Acuan minyak global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 3.51 hingga April dibandingkan WTI.

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Eropa menguat meski HSBC bebani indeks perbankan

Rifan Financindo – Saham Eropa naik pada hari Selasa berkat sejumlah laporan pendapatan yang positif, meskipun bank-bank berada dalam posisi yang lebih rendah setelah HSBC melaporkan laba yang lebih lemah dari perkiraan dan mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dana segar sebesar $ 7 miliar.

Pan-regional STOXX 600 benchmark mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,6 persen, sementara indeks perbankan turun 0,1 persen.

Pelemahan euro juga membantu saham zona euro membuat kenaikan setelah awal yang tidak bersemangat minggu ini.

HSBC jatuh 3 persen setelah melakukan update perdagangan, yang terakhir berada di bawah kendali CEO Stuart Gulliver, yang telah berhasil melewati restrukturisasi yang memprihatinkan bank terbesar Eropa secara nilai pasar.

Analis Credit Suisse mengatakan janji HSBC untuk melakukan pembelian kembali saham “sebagaimana mestinya dan kapan itu perlu dilakukan” dapat menandai perubahan strategi pengembalian modal oleh manajemen baru.

Di tempat lain, beberapa laba yang positif menguatkan sentimen.

Di antara indeks regional, FTSE 100 London ditutup datar, dengan penambang terbesar di dunia, BHP (BLT.L), bergabung dengan HSBC untuk berada di antara saham dengan kinerja terburuk seiring penurunan 4,6 persen setelah laporan pendapatan meleset dari perkiraan. (Sdm)

Sumber: Reuters

Rifan Medan