1

Minyak menuju bulanan terburuknya dalam 10 tahun terakhir

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menuju bulanan terburuknya dalam satu dasawarsa karena meningkatnya kekhawatiran atas kelebihan pasokan global yang telah diperburuk oleh pembebasan Amerika kepada pembeli minyak mentah Iran.

MInyak berjangka di New York bersiap turun sekitar 21% pada bulan November, jatuh untuk bulan kedua. Sementara Rusia menunjukkan kesediaan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam membatasi produksi.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada $ 51,46 per barel di New York Mercantile Exchange pada jam 03:03 siang. di Seoul. Kontrak naik 2,3 persen menjadi ditutup pada level $ 51,45 pada hari Kamis. Total volume yang diperdagangkan sedikit di atas rata-rata 100 hari.(yds)

BLoomberg

BACA JUGA : Hanya Sekitar Separuh Warga AS yang Nyaman dengan Presiden Perempuan

Rifan Financindo –Beberapa wanita dari Partai Demokrat, termasuk beberapa Senator, seperti Kamala Harris yang mewakili negara bagian California, Elizabeth Warren mewakili negara bagian Massachusetts, Kirsten Gillibrand mewakili New York dan mungkin bahkan calon presiden tahun 2016, Hillary Clinton, menjadi kandidat calon presiden pada tahun 2020, tetapi hal itu bisa jadi merupakan perjuangan lebih berat bagi mereka dibandingkan dengan kaum pria yang bakal menjadi saingan-saingan mereka.

Hal ini dikarenakan hanya kurang lebih separuh orang Amerika yang benar-benar merasa nyaman dengan ide wanita menjadi presiden, menurut sebuah laporan baru oleh perusahaan konsultan Kantar Public.

Laporan itu mendapati, meski 63 persen orang Amerika tidak mempersoalkan seorang wanita menjadi pemimpin perusahaan besar, namun hanya 52 persen yang merasa nyaman dengan skenario seorang wanita menjadi presiden.

Pria lebih cenderung menilai kecocokan kepemimpinan seseorang berdasarkan gender, sementara wanita lebih cenderung menilai pria dan wanita setara dalam kapasitas kepemimpinan, menurut laporan tersebut, yang mendapati bahwa 60 persen wanita setuju memiliki wanita sebagai panglima atau commander-in-chief, dibandingkan dengan hanya 45 persen pria yang berpendapat serupa.

VOA news

Rifan Medan

One Comment

Tinggalkan Balasan