1

Minyak Pangkas Penurunan Mingguan Terkait Kapal Perang AS Menjatuhkan Drone Iran

7a1f115cf25fbda28a3a6757a3898237[1]Rifan Financindo – Minyak menghentikan penurunannya selama empat hari terakhir setelah kapal perang Amerika menjatuhkan pesawat tak berawak Iran di dekat Selat Hormuz, memicu kekhawatiran aliran minyak mentah dari Timur Tengah yang mungkin terganggu.

Kontrak berjangka naik sebanyak 1,9% di New York, memangkas penurunan mingguan tertajam sejak akhir Mei lalu. AS “segera menghancurkan” pesawat tak berawak yang mendekati USS Boxer, kata Presiden Donald Trump, Kamis di Gedung Putih. Iran dapat menutup Selat Hormuz tetapi tidak ingin melakukannya karena saluran air dan Teluk Persia adalah jalur hidupnya, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Rabu.

Minyak masih turun sekitar 7% minggu ini terkait kekhawatiran tentang penurunan permintaan global karena pemotongan aliran minyak mentah Timur Tengah. Trump pada hari Selasa menegaskan bahwa ia dapat mengenakan tarif tambahan pada Beijing, sementara pertumbuhan ekonomi China melambat ke laju terlemah dalam hampir tiga dekade pada kuartal kedua dan stok bahan bakar Amerika secara tak terduga bertambah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 55 sen, atau 0,8%, ke level $ 55,75 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:41 pagi di London setelah naik sebanyak $ 1,06 sebelumnya. Kontrak kehilangan $ 1,48 menjadi $ 55,30 pada hari Kamis, penutupan terendah sejak 19 Juni.

Brent untuk penyelesaian September naik 81 sen ke level $ 62,74 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Ini turun 2,7% ke level $ 61,93 pada hari Kamis dan juga ditetapkan untuk kerugian mingguan terbesar sejak akhir Mei. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 6,84 kepada WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Emas Sentuh 6-Tahun Tertinggi pada Outlook Suku Bunga; Perak Menguat

Emas menyentuh level baru enam tahun tertinggi di tengah komentar dovish dari pejabat Federal Reserve dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Perak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Juli 2016.

Kedua logam tersebut menguat setelah dua pejabat senior Federal Reserve menekankan perlunya bertindak cepat jika ekonomi A.S. tampaknya akan melambat. Investor juga mengamati ketegangan antara AS dan Iran ketika Presiden Donald Trump mengatakan AS “segera menghancurkan” pesawat tanpa awak Iran yang mendekati USS Boxer di dekat Selat Hormuz.

Spot gold turun sebesar 0,3% ke level $ 1,441.89 / oz pada pukul 14:08 siang di Singapura. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan