1

Minyak Perpanjang Penurunan Karena Trump Menyerang China, Membengkaknya Persediaan

Rifan Financindo – Minyak memperpanjang penurunan dalam perdagangan Asia hari Rabu ini sRifan Financindoetelah Presiden Donald Trump membuka kembali perang kata-katanya dengan China atas perdagangan dan sebuah laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah diperluas pekan lalu di ekonomi terbesar dunia itu.

Kontrak berjangka di New York turun 0,7%, menambah penurunan 2,3% pada hari Selasa. American Petroleum Institute dikatakan melaporkan peningkatan 1,38 juta barel dalam stok minyak, menambah tekanan penurunan setelah pidato garis keras PBB oleh Trump yang menuduh Tiongkok melakukan manipulasi mata uang, pencurian properti intelektual, dan dumping. Dia juga membidik Iran karena “perilaku mengancamnya.”

Sementara itu, para pedagang dengan cermat melacak kemajuan Arab Saudi dalam memulihkan instalasi minyak mentah utama yang dilumpuhkan oleh serangan udara lebih dari seminggu yang lalu. Produsen minyak yang dikontrol negara, Aramco, menyatakan bahwa sebagian besar kapasitas yang terganggu akan online pada akhir bulan ini, target yang oleh beberapa pengamat dikritik terlalu ambisius.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 40 sen ke level $ 56,89 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:18 pagi waktu Sydney. Minyak mentah WTI untuk bulan November merosot $ 1,35 untuk menyelesaikan hari Selasa di level $ 57,29 per barel.

Minyak mentah Brent untuk November ditutup lebih rendah $ 1,67 ke level $ 63,10 per barel di ICE Futures Europe Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Trump Sebut AS sebagai “Alternatif bagi Keotoriteran” dalam Pidato di PBB

Rifan Financindo – Presiden Amerika Donald Trump telah lama menentang globalisme dan mengecam multilateralisme yang merupakan fondasi PBB. Akan tetapi, sebagai pemimpin negara yang menjadi lokasi markas besar badan dunia itu, Trump wajib menghadiri dan berbicara di Majelis Umum PBB setiap tahun, yang ia lakukan untuk ketiga kalinya hari Selasa ini (23/9).

œJika Anda menginginkan kebebasan, banggalah pada negara Anda. Jika Anda menginginkan demokrasi, jagalah kedaulatan Anda. Jika Anda menginginkan perdamaian, cintailah negara Anda, kata Trump dalam pidatonya.

Ia mengeluarkan kata-kata keras mengenai Iran, dengan mengatakan semua negara memiliki kewajiban untuk bertindak melawan Republik Islam itu. œTidak ada pemerintah yang bertanggungjawab yang boleh membantu Iran yang haus darah, ujarnya.

Dalam pernyataan bersama yang dilansir hari Senin, Inggris, Perancis dan Jerman menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini terhadap fasilitas-fasilitas minyak Saudi. Mereka bergabung dengan Amerika Serikat, yang telah menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan-serangan tersebut.

Iran telah membantah bertanggung jawab. Hari Senin (23/9), Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif meminta negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian tahun 2015 mengenai program nuklir Iran agar membentuk œjalur yang mandiri dari Amerika Serikat dan membantu Iran mengatasi sanksi-sanksi Amerika.

Para pejabat Amerika dan Iran telah menyatakan pemimpin kedua negara itu tidak akan bertemu pekan ini dalam acara di PBB. Akan tetapi sejumlah diplomat mempertahankan harapan akan terjadinya pertemuan dalam upaya sedikit mencairkan kebekuan, di tengah-tengah meningkatnya pembicaraan mengenai perang.

Sumber : VOA

 

Rifan Medan