1

Minyak Rebound Seiring Meningkatnya Kekhawatiran Pasokan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak rebound dari kerugian mingguan terbesar dalam dua bulan karena spekulasi kekurangan pasokan minyak mentah menjadi preseden atas meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Minyak berjangka di New York menambahkan sebanyak 0,8 persen setelah penurunan 2,9 persen pekan lalu. Korea Selatan tidak menerima minyak dari Iran bulan lalu, merupakan tanda-tanda bagaimana sanksi AS akan menghentikan penjualan produsen pada saat FGE memprediksi OPEC hampir tidak memiliki kapasitas cadangan untuk mengurangi tekanan minyak. Sementara itu, Presiden Donald Trump memulai perang perdagangan dengan China, mengatakan pada hari Jumat bahwa dia siap untuk memberikan pajak untuk semua impor dalam waktu singkat.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 53 sen menjadi $ 68,28 per barel dan diperdagangkan 43 sen lebih tinggi di $ 68,18 di New York Mercantile Exchange pada 11:14 pagi di Singapura. Harga turun $ 2,05 menjadi $ 67,75 minggu lalu. Total volume yang diperdagangkan sekitar 23 persen di bawah rata-rata 100 harinya.

Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 62 sen menjadi $ 77,45 per barel di bursa ICE Futures Europe. Harga naik 33 sen menjadi $ 76,83 pada hari Jumat, sementara itu turun 0,8 persen minggu lalu.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Demonstran Protes Rencana Reformasi Pensiun Rusia

Rifan Financindo – Para pendukung pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny, hari Minggu (9/9) kembali melancarkan protes di seluruh Rusia terhadap rencana untuk meningkatkan batas usia pensiun di negara itu. Demonstrasi berlangsung ketika warga Rusia bersiap mengikuti pemilu kawasan.

Navalny sebelumnya dijadwalkan hadir dalam demonstrasi Moskow itu, tetapi bulan lalu ia divonis melanggar undang-undang yang mengatur tentang demonstrasi dan dijatuhi hukuman penjara 30 hari. Navalny mengatakan penahanannya itu dirancang untuk menggagalkan rencananya melangsungkan aksi demonstrasi menentang peningkatan batas usia pekerja untuk mulai menerima uang pensiun mereka.

Namun demikian para pendukung Navalny tetap pada rencana semula untuk melancarkan protes tersebut. Demonstrasi itu belum mendapat ijin pemerintah, sehingga diperkirakan sejumlah demonstran mungkin akan ditangkap.

œSelama 18 tahun, Presiden Putin dan pemerintahnya telah mencuri dari anggaran negara dan menyia-nyiakannya pada proyek-proyek yang tidak berarti apa-apa. Kini uangnya habis dan harus mencuri dari dana pensiunan guna memenuhi kebutuhan, tulis salah seorang pendukung Navalny di media sosial.

Beberapa tahun ini Navalny telah menjalani sejumlah hukuman penjara, yang berkisar beberapa minggu, karena mengorganisir aksi demonstrasi.

Navalny, yang juga mengorganisir demonstrasi jalanan besar-besaran bertepatan dengan pemilihan kembali Putin pada tahun 2012, dilarang bertarung dalam pemilu presiden Maret lalu karena dituding melakukan kejahatan keuangan, tuduhan yang menurutnya dibuat-buat.

Sumber : VOA

Rifan Medan

One Comment

Tinggalkan Balasan