Minyak Stabil Setelah Turun Akibat Dolar Dengan Fokus Tertuju ke Pasokan OPEC

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Minyak stabil di New York setelah penurunan terbesar sejak Juli karena dolar yang lebih kuat, dengan kekhawatiran atas pasokan OPEC kembali menjadi fokus.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober tergelincir 0,3% menjadi $ 41,39 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:58 waktu London setelah turun $ 1,25 pada hari Rabu.

Minyak Brent untuk pengiriman November tergelincir 0,4% menjadi $ 44,25 di bursa ICE Futures Europe setelah jatuh 2,5% di sesi sebelumnya. Dalam jangka waktu satu bulan Brent melonjak untuk hari ketiga menjadi 47 sen di contango.

Stok minyak mentah AS turun lebih dari 9 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi, tetapi penarikan besar-besaran kemungkinan yang mencerminkan dampak dari Badai Laura. Produksi turun di bawah 10 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak 2018. (Arl)

Sumber : Bloomberg

Baca Juga : Euro Menyentuh Minggu Terendah seiring Dolar Kembali Menemukan Pijakan

Rifan Financindo –¬†Penguatan dolar berlanjut pada hari Kamis, karena investor memangkas taruhan terhadap greenback dan menjual euro di tengah kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa mengkhawatirkan kenaikannya.

Kenaikan tersebut telah mengangkat greenback sekitar 1,3% di atas level terendah 28-bulan yang dicapai terhadap sekeranjang mata uang pada hari Selasa.

Beberapa analis memperkirakan dolar akan bertahan terlalu lama, tetapi menguat secara luas di Asia dan jika dipertahankan akan menjadi pertama kalinya dolar naik untuk tiga sesi berturut-turut sejak Mei.

Euro turun sekitar 0,4% ke level terendah satu minggu $ 1,1797 di Asia setelah Financial Times melaporkan bahwa beberapa anggota dewan gubernur ECB khawatir bahwa kenaikan euro dapat membebani pertumbuhan Eropa. (Arl)

Sumber : Reuters

Rifan Medan