OPEC+ Lanjutkan Pembicaraan Pemangkasan Output, Minyak Meredup

Rifan Financindo

Harga minyak turun pada Kamis ini karena produsen termasuk Arab Saudi dan Rusia berselisih mengenai perlunya memperpanjang rekor pemangkasan produksi yang ditetapkan pada gelombang pertama pandemi COVID-19.

Minyak mentah Brent turun 15 sen, atau 0,3% menjadi $ 48,10 per barel pada 0155 GMT, setelah naik 1,8% pada hari Rabu. Minyak AS turun 17 sen, atau 0,4%, menjadi $ 45,11 per barel, setelah berakhir 1,6% lebih tinggi pada sesi sebelumnya.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia melanjutkan diskusinya pada hari Kamis untuk menyetujui kebijakan untuk tahun 2021 setelah pembicaraan sebelumnya tidak menghasilkan perjanjian mengenai cara mengatasi permintaan minyak yang lemah di tengah gelombang baru virus corona.

OPEC dan sekutunya, dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, secara luas diperkirakan akan menghentikan pemangkasan minyak sebesar 7,7 juta barel per hari, atau 8 persen dari pasokan global, setidaknya hingga Maret 2021.

Tetapi pasca harapan untuk segera disetujui vaksin anti-virus yang mendorong kenaikan harga minyak pada akhir November, beberapa produsen mempertanyakan perlunya pengetatan kebijakan minyak, yang didukung oleh pemimpin OPEC Arab Saudi.(yds)

Sumber: Reuters

Baca Juga : Saham Hong Kong Dibuka dengan Gain Kamis Ini

Rifan Financindo – Saham Hong Kong naik pada awal perdagangan Kamis pagi di tengah tumbuhnya harapan anggota parlemen Washington mendekati program paket stimulus yang sangat dibutuhkan untuk mendorong ekonomi AS yang tersendat.

Indeks Hang Seng bertambah 0,34 persen atau 90,84 poin menjadi 26.623,42.

Indeks Shanghai Composite nyaris tidak bergerak, turun tipis 0,84 poin pada 3.448,54, sedangkan Indeks Komposit Shenzhen di bursa kedua China turun 0,08 persen, atau 1,90 poin menjadi 2.288,30.(yds)

Sumber: AFP

Rifan Medan