1

Pasar Menunggu Aksi Trump Terhadap Iran, Minyak Menuju Gain Mingguan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menuju kenaikan mingguan karena Iran menyerukan AS untuk memenuhi komitmen yang dibuatnya di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang mengangkat sanksi penghukuman terhadap produsen terbesar ketiga OPEC tersebut.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah pada hari Jumat, bersiap untuk kenaikan 0,5% pekan ini. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuduh AS melakukan bisnis “bullying” untuk menunda investasi di negara Timur Tengah, beberapa hari sebelum Presiden Amerika Donald Trump memutuskan apakah akan menarik diri dari perjanjian tersebut. Penarikan akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Republik Islam, yang dapat mengekang ekspor minyak mentahnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun 1 sen menjadi $ 68,42 per barel di New York Mercantile Exchange pada 9:35 pagi di Singapura, setelah naik 0,7% pada Kamis. Total volume yang diperdagangkan sekitar 51% di bawah rata-rata 100 hari.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli tidak berubah pada $ 73,62 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Acuan minyak mentah global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 5,37 hingga Juli dibandingkan WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Dolar stabil jelang data pekerjaan AS, menuju kenaikan mingguan

Rifan Financindo – Dolar bertahan stabil terhadap sekumpulan mata uang pada Jumat ini, pasca turun dari level tertinggi empat bulan pada aksi profit-taking, dengan fokus pada apakah data pekerjaan AS akan memberikan dorongan lain yang lebih tinggi.

Dolar telah menghapus semua penurunan di 2018 selama beberapa pekan terakhir pada ekspektasi Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga sementara bank sentral lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa, membutuhkan waktu lebih lama untuk mengurangi stimulus.

Kenaikan dolar yang berkelanjutan kemungkinan akan bergantung pada data yang menunjukkan peningkatan lebih lanjut dalam pertumbuhan serta inflasi, yang dapat memicu spekulasi bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga tahun ini tiga kali lagi.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama terakhir diperdagangkan pada 92.417. Itu turun dari level puncak 92,834 yang ditetapkan pada hari Rabu, level terkuat dolar sejak akhir Desember.

Indeks dolar telah naik hampir 1% sejauh pekan ini, menempatkannya di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga beruntun.(yds)

Sumber: Reuters

Rifan Medan