Pasca Reli Global Saham Asia Melayang Mendekati Rekornya

Rifan Financindo – Rifan FinancindoEkuitas di Asia diperdagangkan mendekati rekor tertingginya karena reli saham global mendorong beberapa investor untuk memperingatkan bahwa kenaikan tersebut telah berjalan terlalu jauh. Treasuries mengalami penurunan menjelang data inflasi utama AS.

Indeks berlanjut di Tokyo dan Sydney, sementara saham-saham Hong Kong turun, setelah Indeks AS ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa. Suplier Apple Inc. di Asia turun di tengah spekulasi pedagang yang underwhelmed oleh produk baru perusahaan tersebut. Minyak yang diperdagangkan di New York mempertahankan gain karena OPEC dan sekutunya membahas perpanjangan pembatasan produksi. Pound naik ke level terkuatnya sejak September 2016.

Indeks Topix naik 0,5% pada pukul 11:17 waktu Tokyo. Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,4% dan indeks Kospi di Seoul berfluktuasi.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,8%, sedangkan Shanghai Composite turun 0,3%.

Di antara suplier Apple, Hon Hai Precision Industry Co dan Pegatron Corp. di Taiwan, dan AAC Technologies Holdings Inc. di Hong Kong mengalami penurunan. Apple tergelincir bersama beberapa suplier terbesarnya pada hari Selasa.

Kontrak di S & P 500 turun kurang dari 0,1%. Indeks utama naik 0,3% pada hari Selasa di New York.

Indeks saham MSCI Asia Pacific naik sebanyak 0,1%.(yds)

 

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : USD/JPY: Resisten 110,30 Terlalu Kuat Bagi Bulls Tokyo, Ke Bawah 110?

Rifan Financindo – Saat ini, USD/JPY diperdagangkan di 110,08, turun -0,09% hari ini, setelah membukukan tertinggi harian di 110,30 dan terendah harian di 110,05.

USD/JPY melemah pada jam pembukaan Tokyo dan telah kehilangan beberapa keyakinan pada level 110 yang seharusnya ditawarkan dengan penawaran beli dangkal ke 110,30 dari bisnis semalam dan pasar risk-on.

Yield 10thn AS naik semalam dari 2,13% ke 2,18% sementara Fed fund futures yield terus mengantisipasi kemungkinan untuk kenaikan suku bunga Desember sebesar 41%, namun sebagian besar pasar bahkan tidak seyakin itu saat ini. Namun, anugrah untuk dolar datang dari komentar Menteri Keuangan, Steven Mnuchin. Dia berharap bisa melakukan perombakan pajak akhir tahun ini. Mnuchin juga mengisyaratkan bahwa pemerintah Trump dapat mempertimbangkan untuk mempercepat reformasi pajak ke awal tahun.

Saham positif, (S&P500 naik 0,3% ke rekor tertinggi), dan yield AS naik, menjadi kombinasi beracun untuk JPY. Namun, analis Scotiabank mencatat bahwa walaupun risiko geopolitik tetap jelas, lintasan jangka pendek untuk USD terlihat lebih tinggi, yang menargetkan ujung atas 110 (tertinggi akhir Agustus).

Level-Level USD/JPY

Valeria Bednarik, kepala analis di FXStreet menjelaskan bahwa grafik 4 jam menunjukkan bahwa hargan tetap di atas SMA 100 dan 200, yang setidaknya telah kehilangan kekuatan bearishnya, sementara indikator teknis mengurangi kenaikan di wilayah overbought, yang tidak cukup untuk mengkonfirmasi koreksi ke bawah yang akan datang.

Source: Fxstreet

 

Rifan Medan