Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik

Rifan Financindo

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington DC hari Jumat (24/9) untuk membahas kerjasama Indo-Pasifik di tengah meningkatkan kekuatan China di kawasan itu.

Presiden Amerika Joe Biden, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Perdana Menteri India Narendra Modi sudah melangsung pertemuan secara virtual Maret lalu, tetapi baru kali ini bertemu secara langsung.

“Para pemimpin The Quad akan memusatkan perhatian pada upaya memperkuat hubungan dan memajukan kerjasama praktis di berbagai bidang, seperti memberantas COVID-19, mengatasi krisis iklim, bermitra dalam teknologi dan dunia maya, dan mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

China terus membangun pos-pos militer di kawasan itu dan menggunakannya untuk mendukung klaim bahwa mereka menguasai jalur laut vital itu.

Pertemuan di Washington DC ini berlangsung hanya beberapa hari setelah diumumkannya kerjasama antara Amerika, Inggris dan Australia untuk memasok Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir.

Kesepakatan baru itu menimbulkan kemarahan Prancis karena menilai hal itu telah meremehkan kesepakatannya dengan Australia untuk memasok negara kangguru itu dengan kapal selam bertenaga diesel. Untuk memprotes hal itu Prancis menarik pulang duta besarnya dari Amerika dan Australia.

China mengutuk kesepakatan itu dan menyebutnya merusak perdamaian di kawasan.

Sumber : VOA

Baca Juga : Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Kelima karena Pengetatan Pasar Global

Minyak bersiap untuk kenaikan mingguan kelima pada Jumat (24/9) karena pengetatan stok pasar di tengah krisis energi global yang akan meningkatkan permintaan minyak mentah.

Kontrak berjangka di New York bertahan di atas $73 per barel, sementara patokan global minyak Brent diperdagangkan mendekati penyelesaian tertinggi sejak 2018. Persediaan minyak mentah telah menyusut dari Eropa ke AS, bahkan ketika OPEC+ menambahkan lebih banyak pasokan, dengan permintaan untuk produk minyak di pembangkit listrik diperkirakan akan naik. menyusul lonjakan harga gas alam menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 0,2% pada $73,41 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 07:18 waktu London setelah naik 1,5% pada hari Kamis.

Harga bulan depan naik 2% minggu ini.

Minyak Brent untuk pengiriman November naik 0,3% menjadi $77,50 di bursa ICE Futures Europe setelah naik 1,4% pada hari Kamis. (Arl)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan