1

Permintaan Global Meningkat, Indeks Pabrik Cina Naik Tanpa Diduga

Rifan Financindo – Rifan FinancindoIndeks pabrik resmi Cina secara tak terduga bangkit seiring permintaan produk membantu cushion effect dari permintaan untuk pembersihan polusi.

Indeks manajer pembelian manufaktur berada di tingkat 51,8 pada bulan November, dibandingkan dengan perkiraan 51,4 pada survei ekonom Bloomberg dan 51,6 pada bulan sebelumnya.

PMI non manufaktur berdiri di tingkat 54,8 dibandingkan dengan 54,3 pada bulan Oktober, Biro Statistik Nasional mengatakan pada hari Kamis

Angka yang lebih tinggi dari 50 mengindikasikan kondisi membaik; Pembacaan di bawah 50 memberi sinyal pada prospek yang memburuk

Baik konsumen luar negeri maupun dalam negeri membeli produk dari pabrik-pabrik China seiring permintaan global tetap kuat, dan itu mempertahankan inflasi produsen dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Permintaan solid tersebut telah menawarkan penyangga untuk pertumbuhan ekonomi, dengan para pejabat memerintahkan pabrik yang mencemari lingkungan untuk ditutup atau mengurangi produksi selama musim dingin, musim dimana sering terlihat asap tebal menyelimuti China utara.

“Permintaan dari konsumen teknologi global tetap kuat, dan permintaan domestik untuk mobil terlihat akan mendapat angin segara kedua,” analis Moody’s Analytics Alaistair Chan di Sydney menulis dalam sebuah laporan menjelang rilis data .– Dengan bantuan dari Ailing Tan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Minyak Diperdagangkan di dekat Level $ 57 jelang pertemuan OPEC

Rifan Financindo – Minyak diperdagangkan di dekat level $ 57 per barel seiring produksi minyak mentah AS menyentuh rekor lain sebelum OPEC bertemu untuk membahas perpanjangan pemangkasan stok.

Futures sedikit berubah di New York setelah turun 2,8 persen dalam tiga sesi sebelumnya. Produksi minyak mentah AS naik menjadi 9,68 juta barel per hari, tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga dekade, menurut data pemerintah. OPEC dan Rusia melangkah lebih dekat menuju kesepakatan untuk memperpanjang kesepakatan sampai melewati Maret pada petermuan mereka di Vienna.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari berada di level $ 57,34 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada pukul 9:24 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 59 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun 69 sen untuk ditutup di level $ 57,30 pada hari Rabu.

Brent untuk pengiriman Januari, yang berakhir Kamis, naik 16 sen ke level $ 63,27 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 5,94 untuk WTI. Kontrak Februari yang lebih aktif naik 10 sen ke level $ 62,63. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan