1

Pertumbuhan Ekonomi Australia Lebih Lambat dari Perkiraan Karena Penurunan Ekspor

Rifan Financindo – Rifan FinancindoPerekonomian Australia tumbuh lebih lambat dari perkiraan dalam tiga bulan terakhir pada tahun lalu, menggarisbawahi kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga yang ditahan.

PDB Australia naik 0,4% dari triwulan sebelumnya dibandingkan kenaikan 0,5% yang diperkirakan, PDB Australia naik 2,4% dari tahun sebelumnya dibandingkan perkiraan kenaikan 2,5%. Konstruksi non-dwelling merosot 8%, lebih rendah 0,5 persen dari PDB Australia; pada sektor ekspor turun 1,8%, merosot 0,4 poin persentase; Household naik 1%, menambahkan 0,6 persen poin. Rasio Household naik 2,7% di kuartal keempat terhadap revisi 2,5% dalam tiga bulan sebelumnya. Dolar Aussie sedikit berubah, membeli 77,77 sen AS pada pukul 11:35 pagi waktu Sydney terhadap 77.82 pra-data

Australia beralih ke arah pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh layanan dan jauh dari pertambangan, dengan bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor rendah selama lebih dari 18 bulan untuk mendukung transisi tersebut. Sementara bisnis telah mendorong investasi dan perekrutan, termasuk 300.000 pekerjaan full-time tahun lalu, tingkat pengangguran hanya turun perlahan dan inflasi hanya merayap lebih tinggi karena kapasitas cadangan tetap berada dalam perekonomian.

Households tetap terperosok dalam hutang dengan rekor tinggi dan pertumbuhan upah rendah yang membatasi pengeluaran. Pemerintah telah melangkah untuk memberikan dukungan terhadap permintaan dengan proyek infrastruktur besar untuk membantu negara-negara bagian timur mengatasi lonjakan pertumbuhan penduduk.

Bank sentral Australia mengatakan mereka memperkirakan pertumbuhan akan mempercepat tahun ini dari yang terakhir, yang seharusnya membantu menyerap cadangan. Namun, Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe mengatakan pada Rabu sebelumnya bahwa dia melihat tidak ada kasus kuat untuk pergerakan suku bunga dalam waktu dekat, menambahkan bahwa kemajuan dalam tingkat pengangguran dan inflasi akan terjadi “hanya secara bertahap.”(arl)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Minyak Mentah Turun Karena Kekhawatiran Akan Risiko Trump Trade War

Rifan Financindo – Minyak turun setelah sebuah laporan industri menimbulkan kekhawatiran mengenai meningkatnya persediaan minyak mentah AS, dan karena aset berisiko meluncur pada kekhawatiran yang meningkat atas perang dagang yang dipicu oleh Presiden Donald Trump.

Sementara minyak mentah sebagian besar bertahan di atas $ 60 per barel tahun ini karena OPEC dan sekutunya terus mengurangi produksi untuk menguras kekalahan global, para investor khawatir rekor produksi minyak AS dapat menggagalkan usaha kelompok tersebut. Tema proteksionis Trump menambahkan gelombang kekhawatiran baru, dengan meningkatnya tanda-tanda perang dagang yang menyebabkan gejolak aset berisiko global.

West Texas Intermediate untuk bulan April turun sebanyak 75 sen di level $ 61,85 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan pada $ 61,92 pada pukul 9:51 pagi waktu Tokyo. Kontrak naik 3 sen menjadi $ 62,60 pada hari Selasa, rekor tertinggi dalam seminggu terakhir. Total volume yang diperdagangkan sekitar 28 persen di atas rata-rata 100 hari.

Brent untuk pengiriman Mei menambah 0,4 persen menjadi $ 65,79 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London pada hari Selasa. Patokan global mengakhiri sesi dengan premi $ 3,34 ke WTI.(arl)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan