Petugas Terus Berjuang Padamkan Kebakaran di Oregon

Rifan Financindo – Para petugas pemadam kebakaran di tiga negara bagian di kawasan barat Amerika terus berjuang untuk memadamkan kebakaran yang mematikan yang menyebabkan kabut asap. Asap kebakaran itu melintasi ribuan kilometer hingga mencapai Kota New York, Washington D.C. dan bahkan hingga ke Eropa dan MRifan Financindoeksiko.

Kebakaran hebat yang disebabkan oleh suhu panas yang mencapai rekor dan angin kering selama beberapa minggu itu telah menghancurkan lebih dari 1,8 juta hektare lahan di Oregon, Washington dan California. Kebakaran di tiga negara bagian itu menewaskan total 35 orang.

Kualitas udara di Oregon digolongkan sebagai œberbahaya atau œsangat tidak sehat oleh para pejabat lingkungan di negara bagian itu. Visibilitas kurang dari setengah kilometer di beberapa tempat membuat mengemudi menjadi berbahaya, menurut Dinas Cuaca Nasional AS.

Para pakar cuaca memprakirakan hujan badai terjadi di Oregon pada Kamis (17/9) dan Jumat (18/9) yang dapat membantu petugas pemadam meredakan kebakaran dan menghilangkan kabut asap yang telah menyelimuti negara bagian itu sejak terjadinya kebakaran.

Di California, kebakaran hutan telah menewaskan sedikitnya 25 orang, membakar lebih dari 4.200 rumah dan bangunan serta menghanguskan hampir 1,2 juta hektare lahan, lebih banyak daripada yang pernah terjadi dalam kurun satu tahun dalam sejarahnya.

Sumber : VOA

Baca Juga : Emas Stabil Terkait Kekhawatiran Ekonomi, Harapan Terhadap Stimulus

Rifan Financindo – Harga emas naik pada hari Jumat terkait data tenaga kerja AS yang suram membayangi prospek ekonomi, dan bank sentral utama berjanji untuk meluncurkan stimulus lebih lanjut jika diperlukan untuk menghidupkan kembali ekonomi mereka yang dilanda virus corona.

Emas spot naik 0,5% menjadi $ 1,951.32 per ons pada 0348 GMT, setelah jatuh ke level terendah satu minggu di sesi sebelumnya. Harga emas telah naik sebanyak 0,5% sejauh ini minggu ini.

Emas berjangka AS naik 0,5% menjadi $ 1.959.

Laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan hampir 30 juta orang mendapatkan tunjangan pengangguran pada akhir Agustus, menunjukkan kehancuran ekonomi dan manusia yang berkelanjutan dari pandemi Covid-19.(mrv)

Sumber: Reuters

 

Rifan Medan