Polisi Selidiki Motif, Rilis Nama Korban Penembakan Indianapolis

Rifan FinancindoRifan Financindo – Pihak berwenang sedang menyelidiki motif dalam penembakan yang menewaskan delapan orang di sebuah fasilitas FedEx di Indianapolis, Indiana, Kamis lalu (15/4).

Polisi merilis nama kedelapan korban. Empat di antaranya adalah orang Sikh, yaitu Amarjit Sekhon, usia 48 tahun; Jaswinder Kaur, 64 tahun; Amarjeet Johal, 66 tahun; dan Jaswinder Singh, 68 tahun.

Empat korban lain diidentifikasi sebagai Matthew R. Alexander, 32 tahun; Samaria Blackwell, 19 tahun; Karlie Smith, 19 tahun; dan John Weisert, 74 tahun. Tujuh orang juga terluka.

Tersangka penembakan adalah pria 19 tahun bernama Brandon Hole, mantan karyawan di fasilitas itu. Hole bunuh diri setelah menembaki para korban. Polisi pada Sabtu (17/4) mengatakan Hole membeli secara resmi dua senapan serbu yang digunakan dalam serangan tersebut, meski ada undang-undang di Indiana yang bertujuan mencegah orang yang tidak stabil dan kasar untuk membeli senjata.

Tahun lalu, polisi menyita sebuah senjata dari rumah Hole setelah ibunya menelepon pihak berwenang. Ibunya khawatir Hole mungkin akan berusaha melakukan “bunuh diri oleh polisi,” kata laporan Associated Press. Itu adalah suatu keadaan di mana seseorang memperlihatkan gerak gerik yang mengancam dan berusaha memprovokasi polisi untuk membunuhnya.

Pejabat Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) Paul Keenan mengatakan dalam pernyataan, Jumat (16/4), bahwa FBI pernah menginterogasi Hole pada April 2020 dan “tidak menemukan idelogi ekstremisme kekerasan bermotif rasial” dalam penyelidikan itu.

Komunitas Sikh, banyak di antaranya mengenakan turban dan sering dikira Muslim, telah menjadi target kejahatan bermotif kebencian di seluruh AS sejak serangan teroris 11 September 2011. Serangan terhadap Sikh yang paling buruk adalah penembakan tujuh orang Sikh di Oak Creek Gurdwara, atau rumah ibadah Sikh, di Wisconsin pada 2012.

Sumber: VOA

Baca Juga : Dolar Dekati Level Terendah Sebulan di Tengah Pelemahan Imbal Hasil AS

Rifan Financindo – Dolar berada di dekat level terendah sebulan terhadap mata uang rekanan utama pada Senin (19/4), dengan imbal hasil Treasury melayang di dekat level terendah dalam lima pekan, setelah Federal Reserve AS menegaskan kembali pandangannya bahwa setiap lonjakan inflasi kemungkinan bersifat sementara.

Greenback safe-haven juga tertahan oleh perbaikan sentimen risiko di tengah reli saham global ke rekor tertinggi.

Bitcoin mengalami kerugian mulai hari Minggu, ketika jatuh sebanyak 14% menjadi $51.541, yang menurut laporan dikaitkan dengan berita pemadaman listrik di China. Terakhir diperdagangkan sekitar $57.020.

Indeks dolar, yang menelusuri mata uang terhadap enam rival, berada di 91,684, tidak jauh dari terendah 91,484 yang ditandai pekan lalu, level yang tidak terlihat sejak 18 Maret.

Greenback dibeli 108,74 yen, mendekati level terendah sejak 24 Maret.

Euro ditransaksikan pada level $1,19565, mendekati level tertinggi sejak 4 Maret.(yds)

Sumber: reuters

Rifan Medan