1

Saham AS Catatkan Rekor Baru Setelah Kesepakatan Awal AS-China Mengangkat Optimisme

Rifan Financindo – Rifan FinancindoSaham AS mengakhiri sesi pada hari Senin dengan rekor baru di tengah nada optimis terkait dengan kesepakatan perdagangan AS-China awal pekan lalu, bahkan ketika pertanyaan masih mengenai rincian dari perjanjian “fase satu” yang telah lama ditunggu-tunggu.

Dow Jones Industrial Average naik 100,51 poin, atau 0,4% ke level 28.235,89. Terlepas dari konflik konstituen Dow Boeing pada hari Senin, indeks blue-chip menetapkan penutupan tertinggi pertama sepanjang masa sejak 28 November.

S&P 500 naik 22,65 poin, atau 0,7%, ke level 3.191.45. Indeks Nasdaq Composite melonjak 79,35 poin, atau 0,9%, ke level 8.814,23, yang juga menandai rekor penutupan baru. Ketiga tolok ukur utama menetapkan catatan rekor intraday baru pada hari Senin.(Arl)

Sumber : Marketwatch

BACA JUGA : Amnesty International: Sedikitnya 304 Tewas Akibat Aksi Protes di Iran

Rifan Financindo – Amnesty International mengatakan, Pada Senin (16/12), sedikitnya 304 orang tewas akibat aksi protes bulan lalu di Iran, jauh lebih tinggi dari apa yang dilaporkan organisasi HAM itu sebelumnya.

Aksi protes itu, yang berlangsung empat hari di beberapa kota di Iran November lalu, dipicu kenaikan tajam harga bensin. Selama periode kekerasan itu, dan beberapa hari setelahnya, pihak berwenang Iran memblokir akses ke internet.

Amnesty mengatakan pasukan keamanan Iran melepaskan tembakan ke arah kerumunan demonstran tidak bersenjata, dan menewaskan puluhan orang. Organisasi yang berbasis di London ini mengatakan, pihak berwenang Iran kemudian menangkap ribuan demonstran — termasuk wartawan, aktivis HAM dan pelajar — dalam upaya penumpasannya untuk mencegah mereka memberitakan aksi protes tersebut.

Teheran belum merilis data mengenai skala kerusuhan, meski dua pekan lalu pemerintah mengakui bahwa pasukan keamanan menembak mati demonstran. Media pemerintah Iran menyebut bahwa mereka yang ditembak mati adalah perusuh.

Amnesty sebelumnya bulan ini mengatakan bahwa sedikitnya 208 orang yang tewas dalam aksi protes yang berlangsung dari 15 hingga 18 November itu. Organisasi itu tidak menjelaskan secara rinci alasan kenaikan jumlah korban tewas itu, namun menegaskan bahwa mereka telah berbicara dengan puluhan saksi mata di negara itu dan mengumpulkan laporan-laporan yang kredibel.

Mayoritas kematian yang dicatat oleh Amnesty adalah akibat tembakan ke kepala, jantung dan organ vital lainnya. Di antara mereka yang terbunuh, menurut Amnesty, adalah seorang bocah lelaki berusia 15 tahun di kota Shiraz yang ditembak ketika ia melewati sebuah protes dalam perjalanannya dari sekolah.

Sumber : VOA

Rifan Medan