1

Saham Asia Hentikan Gain Empat Hari seiring Sinyal Kenaikan Fed Rate

Rifan Financindo – Rifan FinancindoSaham Asia menghentikan kenaikan empat hari seiring Federal Reserve mengisyaratkan tidak ada perubahan dalam kebijakan pengetatannya selama ekonomi AS tetap sehat.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke level 163,4 pada pukul 11:16 pagi di Hong Kong. Saham-saham Hong Kong jatuh dengan jumlah tertajam di kawasan ini, dengan Li & Fung Ltd anjlok 15 persen setelah laba semester pertama dan perusahaan kelas berat Tencent Holdings Ltd jatuh 1,5 persen. Indeks saham acuan Singapura melonjak 1,5 persen setelah perdagangan dibuka kembali pasca hari libur.

Indeks Bloomberg Dollar Spot naik untuk pertama kalinya dalam enam hari setelah risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed menunjukkan bahwa bank sentral negara itu siap menaikkan suku bunga lagi jika ekonomi tetap kuat. Itu meninggalkan sedikit keraguan bahwa Chairman Jerome Powell berencana menaikkan suku bunga acuan bulan depan.

Indeks Taiex Taiwan naik 0,2%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1%, Kospi 200 melemah 0,1%, Indeks S & P / ASX 200 Australia kehilangan 0,3%; S & P / NZX 50 Selandia Baru diperdagangkan 0,2% lebih rendah.

Straits Times Index + 1,4%; KLCI Malaysia + 0,4%; Indeks Bursa Efek Filipina naik 0,9%; Jakarta Composite naik 0,7%; Indeks VN Vietnam + 0,5%; Indeks SET Thailand + 0,6%. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Pakar Khawatir Pengiriman Batubara dari Korut ke Korsel

Rifan Financindo – Setelah Seoul mengumumkan perusahaan Korea Selatan secara ilegal mengimpor batubara dari Korea Utara, para Amerika khawatir perdagangan Korea Utara itu melanggar sanksi internasional.

Kantor Bea Cukai Korea Selatan/KCS awal bulan ini mengumumkan tiga perusahaan Korea Selatan secara ilegal mengimpor batubara Korut yang dikirim lewat pelabuhan Rusia. Hal itu melanggar resolusi PBB.

Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi pada 5 Agustus 2017, yang melarang Korea Utara mengekspor batu bara, besi, timah dan bahan lainnya. Resolusi lainnya pada 22 Desember 2017 menyerukan agar negara anggota PBB menyita dan memeriksa kapal yang dicurigai mengangkut barang-barang terlarang.

Menurut KCS, dalam tujuh pengiriman antara April dan Oktober tahun lalu, tiga perusahaan Korea Selatan mengimpor sebanyak 35.038 ton batu bara dan besi Korea Utara dengan nilai total $5,81 juta.

Batubara Korea Utara yang diangkut dengan kapal yang terdaftar di negara ketiga berlayar dari pelabuhan Korea Utara, Songlim, Wonsan, Chongjin dan Daean, dan dipindahkan di pelabuhan Rusia Kholmsk, Vladivostock dan Nakhodka sebelum tiba di pelabuhan Korea Selatan Dangjin, Pohang, Masan, Incheon dan Donghae.

Sumber : VOA

 

Rifan Medan