1

Saham Eropa ditutup lebih lemah untuk sesi ke-6 berturut-turut

Rifan Financindo – Rifan FinancindoSaham Eropa ditutup melemah untuk sesi keenam berturut-turut pada hari Selasa, terluka seiring euro melonjak ke level tertinggi tiga minggu menyusul angka pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di zona euro, sementara saham penambang merosot pada kekhawatiran tentang pertumbuhan di China .

Stoxx Europe 600 turun 0,6% untuk mengakhiri hari di level 383,86, mencatatkan penutupan terendah sejak 22 September, data FactSet menunjukkan.

Indeks DAX 30 kehilangan 0,3% untuk ditutup di level 13,033.48, dan CAC 40 Prancis jatuh 0,5% ke level 5.315,58 pada penutupan.

FTSE 100 dari Inggris melemah kurang dari 0,1% hingga ditutup di level 7.414,42, menyerahkan kenaikan sebelumnya, dan IBEX Jerman 0,6% lenih rendah di level 9.990,40, merasakan penutupan pertama di bawah level 10.000 sejak awal Oktober.

Euro diperdagangkan di level $ 1,1768, naik dari level $ 1,1669 pada akhir Senin di New York.

Seiring perusahaan China merupakan pembeli utama logam industri dan logam mulia, saham pertambangan terdorong turun pada hari Selasa menyusul data yang menunjukkan output industri negara tersebut melambat pada bulan Oktober. Juga, penjualan perumahan turun dan konstruksi mulai melambat. Indeks Sumber Daya Alam Stoxx Europe 600 anjlok 2,7%. (sdm)

Sumber: Marketwatch

BACA JUGA : Dolar AS berjuang cari arah seiring euro mulai kembali temukan jalan

Rifan Financindo – Dolar AS menghabiskan hari Selasa di wilayah negatif, seiring salah satu saingan utamanya, euro, menguat kembali ke level sebelum tindakan short selling imbas dari aksi dovish Bank Sentral Eropa yang membuat mata uang bersama itu turun tiga minggu lalu.

Euro terangkat oleh data ekonomi yang kuat dari Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa.

Euro naik ke level $ 1,1795 versus dolar – level tertinggi dalam tiga minggu “ naik dari level $ 1,1669 pada akhir Senin di New York. Mata uang bersama ini belum diperdagangkan di atas level $ 1,17 sejak 26 Oktober dan bahkan sempat naik ke atas level $ 1,18 di sesi Selasa, menurut data FactSet.

The ICE U.S. Dollar Index terjebak pada tren penurunan dan kehilangan 0,7% menjadi 93,834, menjalani penurunan keempat dalam lima sesi. Indeks Dolar WSJ yang lebih luas turun 0,4% menjadi 87,38.

Pound juga bergerak lebih tinggi ke level $ 1,3164, naik dari level $ 1,3115 pada akhir Senin. Sterling memijakan diri di level tertinggi dua harinya setelah diperdagangkan secara tidak menentu pada awal sesi, seiring inflasi harga konsumen menyentuh level tertinggi lima tahun sebesar 3%, hanya sedikit di bawah perkiraan konsensus FactSet sebesar 3,1%. Sterling masih menghadapi risiko politik dengan pemerintahan Perdana Menteri Theresa May terus diganggu oleh skandal.

Terhadap yen Jepang dolar dibeli di level ¥ 113,44, turun dari posisi ¥ 113,62 pada akhir Senin.

Greenback juga tergelincir terhadap franc Swiss pada hari Selasa, dibeli di level 0,9895 franc versus 0,9964 franc pada Senin malam. (sdm)

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan

One Comment

Tinggalkan Balasan