1

Saudis Cegah Rudal Dari Yaman, Minyak Lanjutkan Reli

Rifan Financindo –¬†Rifan financindoMinyak melanjutkan kenaikan di atas $ 66 per barel karena Arab Saudi mencegah rudal balistik yang ditembakkan oleh pasukan Houthi di Yaman, yang menandai eskalasi dari peluncuran roket sebelumnya di Negara kerajaan tersebut.

MInyak berjangka di New York naik sebanyak 1% setelah kenaikan 2,5% pada hari Jumat. Rudal-rudal tersebut dicegah diatas Riyadh dan kota-kota lain, menurut Saudi Press Agency dan televisi pemerintah El-Ekhbariya. Keprihatinan atas konflik dengan eksportir minyak mentah terbesar dunia itu membayangi peningkatan pengeboran di AS, di mana rig yang menargetkan minyak meningkat empat hingga 804, menurut data Baker Hughes yang dirilis Jumat.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik sebanyak 67 sen menjadi $ 66,55 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan pada $ 66,27 pada 9:11 pagi di Tokyo. Kontrak naik $ 1,58 menjadi $ 65,88 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 34% di atas rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Mei naik sebanyak 60 sen menjadi $ 71,05 per barel yang berbasis di London ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik $ 1,54 menjadi $ 70,45 pada hari Jumat, level tertinggi sejak akhir Januari. Acuan minyak global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,49 dibandingkan WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Kekhawatiran perang dagang mengganggu pasar global, Saham Asia Turun

Rifan Financindo –¬†Kekhawatiran perang dagang besar-besaran antara Amerika Serikat dan China melanda saham Asia lagi pada hari Senin, menjaga safe haven yen mendekati puncak 16 bulan karena investor mengkhawatirkan nasib pertumbuhan global.

Nikkei Jepang jatuh 0,9% ke level terendah enam bulan di awal perdagangan, sebagian karena kekhawatiran atas penguatan yen yang menekan pendapatan ekspor.

Saham Australia turun 0,5% ke level terendah sejak awal Oktober.

Indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,1% untuk hari keempat berturut-turut di zona merah.

Indeks tersebut menuju penurunan kuartalan pertamanya sejak akhir 2016 karena risiko kenaikan suku bunga AS lebih cepat dan momok perang dagang menakuti investor yang telah menikmati bull run multi-tahun.(yds)

Sumber: Reuters

Rifan Medan