S&P 500 dan Nasdaq Berakhir Sedikit Lebih Tinggi, Dipimpin oleh Saham Teknologi

Rifan Financindo

Rifan Financindo – S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Rabu, dipimpin oleh saham teknologi, karena para pedagang mengawasi suku bunga, ketidakpastian politik yang muncul dari Washington, dan pandemi yang masih berkecamuk.

Indeks pasar yang lebih luas naik 0,2% untuk mengakhiri sesi di level 3.809,84, dan Indeks Nasdaq teknologi kelas berat naik 0,4% ke level 13.128,95. Dow Jones Industrial Average ditutup turun 8,22 poin, atau 0,03%, pada level 31.060,47.

Saham Intel melonjak hampir 7% di tengah berita bahwa CEO Bob Swan akan mundur, per efektif 15 Februari. Nama-nama terkait saham teknologi lainnya juga ikut serta, dengan Netflix dan Amazon masing-masing naik 2,7% dan 1,4%. Apple juga ditutup naik lebih dari 1%.

Pergerakan pada hari Rabu terjadi karena suku bunga US Treasury turun dari level tertinggi Maret. Imbal Hasil benchmark 10-tahun turun lebih dari 5 basis poin menjadi 1,092%. Imbal hasil obligasi 30 tahun juga turun pada hari Rabu menjadi 1,823%. Pada hari Selasa, suku bunga acuan diperdagangkan setinggi 1,187%.

Terlepas dari penurunan ini, tingkat suku bunga 10-tahun tetap lebih dari 15 basis poin di atas penutupan tahun 2020 sebesar 0,92%. (Arl)

Sumber : CNBC

Baca Juga : China Catat Lonjakan Tertinggi Kasus Baru COVID-19 dalam Satu Hari

Rifan Financindo – China mencatat kenaikan harian tertinggi kasus baru virus corona sejak Juli lalu, setelah munculnya satu klaster kasus di provinsi Hebei, China Utara.

Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 115 kasus baru hari Selasa (12/1), dengan 90 kasus di provinsi Hebei, di seputar Beijing. Komisi ini juga menyatakan 107 kasus baru merupakan transmisi lokal, peningkatan tertinggi dalam satu hari sejak 30 Juli.

Para pejabat di provinsi Hebei telah memerintahkan lockdown di beberapa kota, sementara pihak berwenang di provinsi Heilongjiang di bagian timur laut, yang mencatat 16 kasus baru, telah menetapkan “situasi darurat” bagi seluruh provinsi itu dan 37 juta warganya.

Sementara itu, para peneliti Brasil menyatakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan China Sinovac Biotech menunjukkan efektivitas keseluruhannya sekitar 50 persen setelah uji coba berskala besar terhadap manusia di negara itu, jauh di bawah 78 persen efektivitasnya terhadap kasus-kasus sedang hingga berat sebagaimana yang diumumkan pekan lalu.

Para peneliti menyatakan data paling baru itu mencakup hasil dari satu kelompok partisipan yang melaporkan kasus infeksi yang “sangat ringan”, yang menjelaskan selisih besar di antara kedua angka tersebut.

Sumber : VOA

Rifan Medan