1

Stok Minyak AS Diprediksi Kembali Turun, Minyak Hentikan Penurunan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menghentikan penurunan ke bawah level $ 48 per barel menjelang data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah mengalami penurunan pada periode permintaan musiman yang kuat sehingga mengurangi kelebihan stok global.

Futures sedikit berubah di New York setelah jatuh 2,5 persen pada hari Senin, yang merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari lima minggu. Stok minyak mentah mungkin turun sebesar 3,6 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu. Hasil output di ladang serpih utama diperkirakan akan naik ke rekor bulan depan, sebuah laporan dari EIA menunjukkan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di level $ 47,61 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen, pada pukul 13.30 waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 20 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun $ 1,23 ke level $ 47,59 pada hari Senin, penurunan satu hari terbesar sejak 7 Juli.

Brent untuk pengiriman Oktober menambahkan 6 sen ke level $ 50,79 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak merosot $ 1,37, atau 2,6 persen ke level $ 50,73 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan di premium sebesar $ 3,02 untuk WTI Oktober. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA Suratkabar China Ingatkan Trump Risiko ‘Perang Dagang’

Rifan Financindo – Suratkabar pemerintah China hari Senin (14/8) memperingatkan bahwa Presiden Amerika Donald Trump œbisa memicu perang dagang jika melanjutkan rencana untuk melancarkan penyelidikan apakah China mencuri teknologi Amerika atau tidak.

Dalam sebuah kolom komentar yang ditulis peneliti di sebuah lembaga kajian di Kementerian Perdagangan China di suratkabar China Daily, dikatakan bahwa kemungkinan keputusan Trump untuk melancarkan penyelidikan “ yang menurut seorang pejabat Amerika akan diumumkan Trump hari Senin ini “ dapat œmeningkatkan ketegangan, terutama dalam hal kekayaan intelektual. (Baca juga: Trump Perintahkan Penyelidikan Perdagangan China).

Sabtu lalu (12/8) pejabat itu mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Trump akan memerintahkan kantor Kementerian Perdagangan untuk mengkaji apakah perlu melancarkan penyelidikan berdasarkan UU Perdagangan Tahun 1974 Pasal 301 tentang kemungkinan pencurian teknologi dan kekayaan intelektual Amerika oleh China.

Pemerintah China belum memberi komentar atas pengumuman itu.

Keputusan untuk menggunakan UU Perdagangan guna mengimbangi perdagangan dengan China œbisa memicu perang dagang ujar Mei Xinyu, yang mengklaim sebagai peneliti di Institut Kerjasama Perdagangan dan Ekonomi di Kementerian Perdagangan China.

œJika penyelidikan terhadap kebijakan-kebijakan perdagangan China “ yang diperintahkan pemerintah Amerika “ itu dilaksanakan bisa meningkatkan ketegangan, khususnya terkait hak-hak kekayaan intelektual.

Pernyataan itu tidak memberi indikasi bagaimana tanggapan China, namun undang-undang di China memberi wewenang kepada regulator mengenai apa yang bisa dilakukan perusahaan asing di China.

Jika sebuah penyelidikan kriminal dimulai, Amerika bisa mengupayakan pemulihan hubungan lewat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atau badan-badan lainnya.

Tindakan-tindakan yang diambil Amerika terhadap China berdasarkan UU Perdagangan Tahun 1974 itu hanya memiliki sedikit dampak, tulis China Daily. Ditambahkan, China telah berkembang menjadi eksportir terbesar di dunia dan sekaligus memiliki cadangan devisa asing terbesar di dunia.

œPenggunaan UU Perdagangan Tahun 1974 Pasal 301 tidak akan berdampak besar pada kemajuan China untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih kuat dan masa depan yang lebih baik, tulis suratkabar itu.

 

Sumber: voaindonesia

Rifan Medan