1

Tanda-tanda Stok AS Perpanjang Penurunan Memicu Minyak Melanjutkan Kenaikan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak melanjutkan kenaikannya ke level $ 58 per barel karena data industri menunjukkan stok minyak mentah AS mungkin menyusut untuk minggu keempat.

Kontrak berjangka naik 0,6 persen di New York setelah turun 1,5 persen pada hari Selasa. Persediaan menurun 7,38 juta barel pekan lalu, menurut data dari American Petroleum Institute. Data pemerintah Rabu ini juga diperkirakan menunjukkan persediaan menyusut. Tidak perlu Badan Energi Internasional bertindak setelah penutupan pipa Laut Utara karena pasar berlimpah, kata agen tersebut pada sebuah pernyataan.

Harga minyak menuju kenaikan tahunan kedua seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia memperpanjang pemotongan pasokan sampai akhir 2018. Output AS rata-rata 10,02 juta barel per hari tahun depan, di atas perkiraan rekor 9,95 juta pada bulan November, Administrasi Informasi Energi mengatakan pada hari Selasa dalam sebuah laporan bulanan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari berada di level $ 57,47 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 33 sen, pada pukul 01:04 siang waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 49 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun 85 sen menjadi $ 57,14 pada hari Selasa.

Brent untuk pengiriman Februari menguat 58 sen atau 0,9 persen ke level $ 63,92 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga naik di atas $ 65 untuk pertama kalinya sejak Juni 2015 lalu pada hari Selasa sebelum berakhir melemah 2,1 persen. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan harga premium $ 6,44 sampai Februari untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Sebagian Besar Saham Asia Naik Terangkat oleh Sektor Bank Jelang Keputusan Suku Bunga AS

Rifan Financindo – 

Rifan Medan