1

Trump: AS ‘Hampir Sampai’ pada Kesepakatan Damai di Afghanistan

Rifan Financindo – Rifan Financindo Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan selama seminggu di seluruh negeri dengan kelompok pemberontak itu dipatuhi œsejauh ini, begitu baik.

Trump berbicara kepada para wartawan di India pada akhir perjalanan dua harinya hari Selasa, dan mengatakan prakarsanya untuk perdamaian Afghanistan telah mendapat dukungan luas dan “ dalam kata-katanya “ œsemua pihak senang dengan hal itu, termasuk New Delhi.

œKami hampir mencapai perjanjian. Kita lihat sajalah apa yang terjadi. Dua hari ini kita tidak menyaksikan kekerasan, atau saya kira sedikit sekali kekerasan , dan kita akan melihat apa yang terjadi, kata Trump tentang gencatan senjata sementara dan kemungkinan perjanjian damai yang akan dicapai dengan Taliban.

Pengurangan bentrokan selama tujuh hari yang disepakati bersama mulai berlaku Sabtu lalu. Sesuai kesepakatan itu pasukan Afghanistan yang didukung oleh Amerika dan pemberontak berkomitmen untuk tidak melancarkan operasi ofensif.

Gencatan senjata itu akan mencapai puncaknya pada 29 Februari dengan penandatanganan perjanjian Amerika-Taliban di Qatar. Jika ditandatangani, perjanjian itu akan mengakhiri perang terpanjang Amerika, yang kini memasuki tahun ke-19, dan akan memungkinkan penarikan bertahap sekitar 13.000 tentara Amerika dari negara itu.

Sumber: VOA news

BACA JUGA : Minyak naik terkait aksi short-covering meskipun meningkatnya kekhawatiran virus corona

Rifan Financindo – Harga minyak mentah naik tipis pada hari Rabu karena investor mengambil posisi covered short pasca penurunan tiga sesi, walaupun semakin adanya kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona yang cepat akan menyebabkan pandemi global.

Minyak mentah Brent naik 42 sen, atau 0,8%, menjadi $ 55,37 per barel pada 0154 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 43 sen, atau 0,9%, menjadi $ 50,33 per barel. Namun, kedua tolok ukur turun hampir 7% sejak penutupan Kamis lalu.

Kekhawatiran pandemi meningkat setelah virus corona menyebar ke lebih banyak negara, sementara jumlah kematian virus di Iran naik menjadi 16, yang tertinggi di luar China, dan infeksi memburuk di Korea Selatan dan Italia.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan warga Amerika harus bersiap untuk kemungkinan penyebaran virus di masyarakat.(yds)

Sumber: Reuters

Rifan Medan