1

USD/JPY – Reli Tiga Hari Terhenti di DMA-50, Jelang IHK AS

Rifan Financindo – Rifan FinancindoReli tiga hari spot USD/JPY telah terhenti di sesi Asia, dengan pasangan ini gagal menyingkirkan rintangan DMA-50 di level 110,55.

Laporan bahwa pedoman reformasi perpajakan AS kemungkinan akan dirilis sebelum akhir September mendorong spot ke tertinggi 110,69 kemarin, meski akhir hari ditutup di bawah DMA-50.

Pada saat penulisan, pasangan ini diperdagangkan di level 110,47. Kegagalan untuk menyingkirkan DMA-50 dapat dikaitkan dengan pelemahan marjinal dalam yield Treasury 10-tahun. Selain itu, yield telah naik dari 2,06% pada hari Jumat ke tertinggi 2,20% kemarin. Yield saat ini diperdagangkan di 2,185%.

Amati IHK AS

Indeks harga konsumen inti diperkirakan naik 0,2% bulanan di Agustus. Kathy Lien dari BK Asset Management mengatakan, “pembicaraan reformasi pajak membantu investor mengabaikan laporan harga produsen yang lebih lemah dari perkiraan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan inflasi naik lebih kecil dari yang diperkirakan di bulan Agustus. Laporan harga konsumen seharusnya lebih kuat dengan Badai Harvey menaikkan harga bensin bulan lalu.”

Kurva yield yang lebih curam dapat terlihat jika IHK AS mengalahkan perkiraan, dalam hal ini rintangan DMA-50 dapat ditembus dengan cara yang meyakinkan.

Prospek Teknis USD/JPY

Valeria Bednarik Kepala Analis FXStreet menulis-

“Pasangan ini berjuang setelah sebuah puncak awal di 110,28, mundur dari level tersebut untuk menemukan minat beli kuat di sekitar ambang batas 110,00, yang memaksa bear untuk pullback, yang kemudian menghasilkan penembusan bullish yang mengirim pasangan itu ke 110,68. Pasangan ini memenuhi gap yang tertinggal dalam sepekan terakhir, tapi sekarang minggu ini di 107,62 belum terisi, sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi pada jangka pendek dengan pasangan ini melaju melampaui 110,00. Kalender makroekonomi Jepang tidak banyak yang ditawarkan saat ini, namun angka produksi industri Juli, dengan investor secara jelas memusatkan perhatian pada inflasi AS. Secara teknikal, pasangan mempertahankan posisi bullish, meski overbought seperti pada grafik 4 jam, harga terus berlanjut di atas SMA 100 dan 200, sekarang tanpa arah, sementara indikator teknis telah stabil di wilayah overbought.”

 

Sumber: FXstreet

BACA JUGA : Minyak Menguat ke Lima Pekan Tertinggi Karena Cerahnya Outlook Permintaan

Rifan Financindo – Minyak ditutup pada level tertinggi dalam lima minggu setelah Badan Energi Internasional dan OPEC memperbaiki prospek permintaan mereka.

Minyak berjangka naik 2,2 persen di New York. IEA melihat permintaan minyak global meningkat tahun ini paling banyak sejak 2015, sementara OPEC mendorong proyeksi konsumsi di Eropa dan China. Plus, kartel dan sekutu-sekutunya dikatakan mempertimbangkan perpanjangan kesepakatan pemotongan produksi mereka. Di AS, kilang minyak ditetapkan untuk memproses lebih banyak minyak mentah saat mereka kembali online setelah Badai Harvey menyebabkan persediaan bensin turun tajam menuju rekor dalam pekan lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik $1,07 untuk menetap di $49,30 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 15 persen di atas rata-rata 100 hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November meningkat 89 sen untuk mengakhiri sesi di $55,16 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, level tertinggi sejak April. Minyak mentah acuan global sampai bulan November diperdagangkan lebih besar $5,41 dari WTI.(frk)

 

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan