0

USD/JPY: Terjebak Dibawah Level Psikologis 113 Tunggu Upah Nonfarm

Rifan Financindo Rifan Financindo– Saat ini, USD/JPY diperdagangkan di 112,83, naik 0,01% pada hari ini, setelah membukukan kenaikan harian di 112,90 dan rendah di 112,76.

USD/JPY menguat ke 112,92 pada data AS yang kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi, namun masih belum dapat melewati garis 113 atau menahan tawaran beli.

Permintaan barang tahan lama AS untuk Agustus diselesaikan pada + 2,0% (vs 1,7% diperkirakan) sementara pesanan pabrik AS naik 1,2% pada bulan Agustus (vs 1,0% diperkirakan), dengan data yang kurang terpengaruh oleh badai daripada yang telah diantisipasi sebelumnya.

Alasan lainnya untuk membeli USD/JPY pada penurunan adalah pembicara Fed: Williams dan Harker, pada awal sesi, kemudian pidato oleh George.

Ketiganya optimis pada prospek ekonomi AS dan mengatakan hal yang sama, bahwa prospek tersebut menjamin kenaikan satu lagi tahun ini dan tiga lainnya menyusul pada 2018. Fed Futures yield menguat sedikit mendukung kemungkinan 84% kenaikan suku bunga di bulan Desember.

Saham di Wall Street rally ke rekor tertinggi karena data menujukkan penguatan ekonomi AS.

Mendukung saham AS di Wall Street pada hari Kamis adalah Dewan Perwakilan Rakyat menyerahkan anggaran ke Senat, membuka jalan untuk pemotongan pajak dengan suara mayoritas. (knc)

 

Sumber : FX Street

BACA JUGA : Ketidakpastian politik dorong sterling ke posisi terendah tiga minggu

Pound Inggris tergelincir setengah persen ke posisi terendah tiga minggu terhadap dolar dan euro pada hari Kamis, seiring investor khawatir tentang kemampuan Perdana Menteri Theresa May untuk mempertahankan posisinya setelah pidato yang dianggap buruk di hari sebelumnya.

Setelah menyentuh level tertinggi terhadap dolar sejak hasil referendum tahun lalu untuk Brexit pada ekspektasi bahwa BoE memang akan bergerak terkait kebijakan pada bulan November, sterling telah turun kembali lebih dari 3 persen dalam dua minggu terakhir seirinng kekhawatiran akan kurangnya persatuan dalam pemerintahan. , serta kekhawatiran tentang Brexit dan pengaruhnya terhadap ekonomi.

Pada hari Kamis pound jatuh setengah persen ke level $ 1,3175, posisi terlemah pound sejak 14 September. Mata uang ini juga melemah setengah persen ke level 89,34 pence per euro.

Pound tertekan pada hari Rabu oleh komentar dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s, yang mengatakan bahwa lembaga itu “agak skeptis” bahwa ekonomi Inggris memerlukan kenaikan suku bunga segera, dan komentar hawkish dari BoE diutarakan guna mendorong sterling dan inflasi yang melesu. (Sdm)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Bursa Tokyo Berakhir pada Level Lebih dari 2 Tahun Tertinggi Setelah Rekor di Wall St.

Rifan Financindo –  Bursa saham Tokyo ditutup pada level lebih dari dua tahun tertinggi pada Jumat ini setelah rekor baru di Wall Street didorong oleh ekspektasi lonjakan pada pendapatan perusahaan AS dan harapan rencana pemotongan pajak oleh Presiden Donald Trump yang akan ditandatangani menjadi undang-undang.

Indeks Nikkei 225 naik 0,30 persen atau 62,15 poin, berakhir pada level 20.690,71, kenaikan kelima berturut-turut dan penutupan tertinggi sejak Agustus 2015 silam, sementara Indeks Topix yang lebih luas menguat 0,28 persen atau 4,67 poin ke level 1.687,16. (knc)

 

Sumber : AFP

Rifan Medan

Tinggalkan Balasan