Yen Melemah Terkait Berita Yellen & Transisi Trump

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Yen melemah sementara mata uang berisiko mendapatkan dukungan pada hari Selasa karena meningkatnya optimisme menyusul berita Presiden terpilih AS Joe Biden yang diperkirakan akan menunjuk mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS.

Juga mendukung suasana risk-on, Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau kepada kepala Administrasi Layanan Umum untuk melanjutkan transisi untuk pemerintahan Biden meskipun ada rencana untuk melanjutkan tantangan hukum.

Yellen telah menyerukan peningkatan pengeluaran pemerintah untuk meningkatkan ekonomi AS keluar dari resesi mendalam yang disebabkan oleh virus corona dan sering mengutip ketimpangan ekonomi yang meningkat di Amerika Serikat sebagai ancaman terhadap nilai-nilai Amerika dan masa depannya.

Safe-haven Yen diperdagangkan pada 104,49 per dolar, mengalami penurunan sekitar 0,6% semalam.

Euro datar di $ 1,18395, kekurangan momentum untuk membersihkan rintangan di $ 1,19.

Dolar Australia naik 0,15% menjadi $ 0,7295 sementara dolar Selandia Baru juga naik 0,10% lebih tinggi untuk menguji level tertingginya dua tahun di $ 0,6967 yang diraih pada hari Senin.

Pound Inggris bertahan kuat di dekat level tertinggi 12-minggu terhadap dolar dan tertinggi enam bulan versus euro, didukung oleh spekulasi bahwa Inggris dan Uni Eropa akan mencapai kesepakatan perdagangan Brexit.

Pound berada  di $ 1,3330, setelah mencapai level tertingginya di $ 1,3396 pada hari Senin.

Versus euro, pound diperdagangkan pada 0,8887 terhadap euro, mendekati level tertinggi enam bulan yang disentuh sekitar dua minggu lalu.(mrv)

Sumber: Reuters

Rifan Financindo – AstraZeneca Senin (23/11) pagi menyatakan bahwa uji klinis terhadap vaksin COVID-19-nya di Inggris dan Brasil telah menunjukkan bahwa vaksin itu œsangat efektif dalam mencegah COVID-19 tanpa œada yang dirawat inap atau kasus sakit parah di antara para sukarelawan uji tersebut.

Perusahaan farmasi berbasis di Inggris itu menguji coba dua vaksin. Satu vaksin memiliki keampuhan 90 persen, dan vaksin kedua memiliki keampuhan rata-rata 70 persen.

œLebih banyak data akan terus terakumulasi, dan analisis tambahan akan dilakukan, menyempurnakan pengukuran keampuhannya dan menetapkan lamanya perlindungan, sebut AstraZeneca dalam suatu pernyataan hari Senin.

œTemuan-temuan ini menunjukkan bahwa kami memiliki vaksin yang efektif yang akan menyelamatkan banyak nyawa, kata Profesor Andrew Pollard, Ketua Tim Peneliti Uji Coba Vaksin Oxford di Oxford dalam suatu pernyataan.

AstraZeneca menyatakan œakan meminta Daftar Penggunaan Darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk jalur dipercepat bagi ketersediaan vaksin itu di negara-negara berpenghasilan rendah. Secara bersamaan, analisis penuh terhadap hasil sementara diserahkan untuk diterbitkan di jurnal telaahan sejawat.

Perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna juga telah mengumumkan hasil awal dari uji tahap akhirnya yang memperlihatkan vaksin mereka hampir 95 persen efektivitasnya.

Pada hari Minggu, berbagai negara mulai menyusun rencana mendistribusikan vaksin COVID-19. Jerman dan AS bersiap-siap memvaksinasi sebagian populasi mereka sedini bulan depan.

Sumber : VOA

Rifan Medan