1

Yen Melonjak Sementara Yuan Melemah Seiring Meningkatnya Perang Perdagangan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoYen menguat pada hari Senin karena investor berbondong-bondong beralih ke aset safe-haven setelah peningkatan tajam dalam perang perdagangan AS-China, yang menghancurkan kepercayaan investor dan menggoyahkan prospek ekonomi global.

Yuan juga jatuh dalam perdagangan lepas pantai, terbebani oleh ekspektasi perlambatan yang lebih dalam di China karena dua ekonomi terbesar dunia itu masih bersitegang dalam perdagangan.

Franc Swiss dan emas, dua aset yang dicari selama masa penghindaran risiko tinggi, melonjak di awal perdagangan Asia.

Yen melonjak ke 104,46 per dolar, tertinggi sejak flash crash Januari ini, sebelum memangkas kenaikan ke 104,70, naik lebih dari 0,5%.

Yen selanjutnya akan menargetkan 104,10 per dolar, yang merupakan level tertinggi yang dicapai selama flash crash pada 3 Januari yang mengguncang pasar keuangan, kata Daiwa Securities, Ishizuki.

Di pasar luar negeri, dolar naik 0,6% menjadi 7,1850 yuan, rekor tertinggi.

Dolar turun 0,2% menjadi 0,9729 franc Swiss.(mrv)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Bursa Asia Jatuh, Obligasi Meningkat Seiring Kekhawatiran Perdagangan

Rifan Financindo – Saham Asia berada pada zona merah pada hari Senin karena kejadian terbaru dalam perang perdagangan Sino-AS menggoyahkan kepercayaan terhadap ekonomi dunia dan mengirim investor ke zona aman obligasi, emas dan yen Jepang.

Hasil pada benchmark 10-year Treasury debt turun ke level terendah sejak pertengahan 2016, sementara emas menyentuh level tertingginya sejak April 2013 terkait investor yang menjauhi aset berrisik.

Yuan Tiongkok juga berada di bawah tekanan, dengan dolar berada di 7.1710 dan pasar bersiap untuk intervensi lebih lanjut dari Beijing untuk mendukung mata uang.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,8%, dan Australia 1,7%.(mrv)

Sumber: Reuters

Rifan Medan