Yen terangkat oleh kekhawatiran atas perselisihan perdagangan AS-Cina

Rifan Financindo – Rifan FinancindoYen menguat pada hari Selasa seiring meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Cina yang memicu kekhawatiran untuk prospek pertumbuhan global sehingga menekan minat risiko investor.

Dolar bertahan stabil di level 105,91 yen, berjuang untuk mendapatkan traksi setelah jatuh selama tiga hari perdagangan berturut-turut, dan diperdagangkan di bawah level tertinggi dua minggu di sekitar 107,00 yen yang ditetapkan pada 28 Maret silam.

Yen telah meningkat pada hari Senin menyusul penurunan di ekuitas AS, dengan S & P 500 kehilangan 2,2 persen seiring investor melarikan diri dari saham teknologi di tengah kembali munculnya kekhawatiran atas perang perdagangan.

Aksi jual dalam ekuitas AS terjadi setelah China memberlakukan tarif tambahan pada produk AS yang mana meningkatkan perselisihan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.

Yen telah naik pada bulan Maret seiring kekhawatiran atas risiko perang perdagangan global mengguncang pasar keuangan. Itu telah mengirim dolar ke level terendah 16 bulan di level 104,56 yen pada 26 Maret.

Euro bertahan stabil di level $ 1,2303.

Di tempat lain, dolar Australia naik 0,1 persen ke level $ 0,7667, menempel di atas level terendah tiga bulan di level $ 0,7643 yang dijejaki pekan lalu. (sdm)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Minyak AS alami penurunan satu hari terbesar dalam waktu sekitar 7 minggu terakhir

Rifan Financindo – Minyak mentah berjangka yang diperdagangkan di AS berakhir dengan penurunan tajam pada hari Senin, membukukan penurunan satu sesi paling curam sejak 9 Februari lalu, ketika jatuh 3,2%, menurut data FactSet.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange ditutup dengan penurunan $ 1,93, atau 3%, pada level 63,01 per barel. Penurunan kontrak terjadi di tengah-tengah pembuangan aset yang lebih luas yang dianggap berisiko, termasuk minyak mentah berjangka. Kemerosotan diperpanjang untuk indeks S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average yang keduanya diperdagangkan di bawah level teknis penting yang menandakan berkurangnya optimisme dalam saham, dapat mempengaruhi perdagangan dalam minyak karena investor melihat pasar yang merosot sebagai sinyal menurunnya permintaan.

Perdagangan berjangka minyak juga datang dengan latar belakang tarif dari China. Beijing memberlakukan bea atas lebih dari 100 barang pertanian AS, menindaklanjuti janji untuk membalas tuntutan Presiden Donald Trump pada impor baja dan aluminium Cina. Harga minyak berakhir lebih rendah bahkan di tengah tanda-tanda perlambatan aktivitas pengeboran AS yang dilaporkan pekan lalu dan ketidakpastian berlama-lama untuk produksi di Timur Tengah. Pasar ditutup pada hari Jumat Agung dan pasar di Eropa ditutup pada hari Senin untuk memperingati Paskah. (knc)

Sumber : Market Watch

Rifan Medan