1

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Penyeimbangan Harga Pasar Kembali dilakukan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan September lalu pasca stok minyak mentah A.S. terus mengalami penurunan dan karena kepala OPEC mengatakan bahwa penyeimbangan kembali pasar akan berlanjut.

MInyak berjangka naik 0,6 persen di New York dan naik 3,3 persen dalam sepekan terakhir. Persediaan minyak mentah A.S. turun sebesar 2,75 juta barel pekan lalu, sementara produksi minyak turun untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir, menurut data yang dirilis pemerintah pada hari Kamis. OPEC mengharapkan upaya untuk mengurangi melimpahnya minyak global dengan sekutu-sekutunya termasuk Rusia untuk setuju mengurangi pasokan pada akhir kuartal ketiga tahun depan, menurut orang-orang yang mengetahui perkiraan internal kelompok tersebut.

Minyak telah pulih dari penurunan mingguan terbesar sejak Mei lalu karena adanya tanda-tanda bahwa penurunan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak menguras surplus. Perjanjian tersebut akan berakhir pada akhir Maret. Badan Energi Internasional memprediksi kemajuan pengurangan produksi akan macet tahun depan, sementara Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pada hari Minggu bahwa langkah selanjutnya mungkin diperlukan untuk mempertahankan pemulihan harga pada tahun 2018.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November berada dikisaran $ 50,88 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 28 sen, pukul 10:42 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 40 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun 70 sen menjadi $ 50,60 pada hari Kamis, turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi terakhir.

Minyak Brent untuk penyelesaian Desember berada di level $ 56,51 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, naik 26 sen. Harga naik 1,6 persen minggu ini. Minyak mentah patokan global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 5,31 dibandingkan dengan WTI sampai Desember mendatang.

Produksi minyak mentah A.S. turun sebesar 81.000 barel per hari menjadi 9,48 juta per hari, menurut Badan Administrasi Informasi Energi. Persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, naik untuk minggu ketujuh menjadi 63,8 juta, sementara persediaan bensin meningkat 2,49 juta barel menjadi 221,4 juta. (izr)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Menguat Mendekati Level Tertingginya 10 Tahun Jelang Rilis Data AS, Kongres China

Rifan Financindo – Saham Asia menguat mendakati level tertinggi dalam 10 tahun terakhir pada hari Jumat ini berkat ekspektasi pertumbuhan global yang cepat, meskipun investor menahan kenaikan saham jelang rilis data ekonomi A.S. dan serta hasil kongres Partai Komunis China pekan depan.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen, setelah naik 3,4 persen sejauh bulan ini. indeks Nikkei Jepang. sedikit berubah.

Saham Wall Street sedikit melemah pada hari Kamis, akibat penurunan AT & T  setelah perusahaan telekomunikasi tersebut melaporkan kerugian pelanggan di bisnis TV kabelnya.

Namun, indeks saham MSCI yang paling luas dari bursa saham dunia yang mencakup 47 pasar mencapai rekor level tertinggi, memperpanjang kenaikannya selama tahun ini menjadi 17 persen.

Di atas konsensus bahwa ekonomi global dalam kondisi terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir, harapan pemotongan pajak oleh Presiden A.S Donald Trump dapat menambahkan daya tarik.

Dalam mata uang, dolar melemah akibat beberapa tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring imbal hasil obligasi A.S. tampaknya telah mencapai puncaknya untuk saat ini, dengan beberapa risalah pertemuan terakhir Federal Reserve A. menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan tetap terbagi atas prospek inflasi A.S..

Tes besar berikutnya untuk dolar adalah angka inflasi konsumen A.S. yang akan dirilis hari ini.

proyeksi angka inflasi jangka pendek, investor juga mencari tahu pengganti Ketua Fed Janet Yellen yang akan ditunjuk oleh Presiden trump, yang masa jabatannya akan berakhir Februari mendatang.

Kepala Staf Gedung Putih John Kelly mengatakan pada hari Kamis bahwa Trump “butuh beberapa waktu lagi” untuk membuat keputusan, sementara pejabat lain mengatakan bahwa Trump telah bertemu dengan ekonom Stanford University John Taylor untuk membahas pekerjaan tersebut.

Fokus utama lainnya adalah Kongres Partai Komunis China ke 19 yang dimulai pada 18 Oktober mendatang, di mana Presiden Xi Jinping diharapkan dapat menyusun prakarsa kebijakan baru dan mengkonsolidasikan kekuasaannya untuk masa jabatan lima tahun kedua.

Sebelum itu, data perdagangan China yang akan dirilis pada hari ini akan menjadi fokus terbesar dalam perdagangan Asia.

Euro diperdagangkan pada level $1,1833 per dolar AS, melemah dari level tertingginya pada hari Kamis di level $1,1880 namun Euro tetap mempertahankan kenaikan mingguannya hampir sebesar 1 persen, meskipun mata uangnya tetap dibayangi oleh krisis seputar kampanye gerakan independen Catalonian untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Yen sedikit bergerak pada kisaran 112,28 yen per dolar, meskipun pada level tersebut, tetap berada di jalur kenaikan mingguannya, yang akan menjadi yang pertama dalam lima pekan terakhir. (izr)

 

Sumber: Reuters

Rifan Medan

One Comment

Tinggalkan Balasan