1

Saham Hong Kong turun terkait kekhawatiran inklusi MSCI (Review)

Rifan Financindo – Saham Hong Kong jatuh pada hari Rabu seiring kekRifan Financindohawatiran bahwa keputusan MSCI untuk memasukkan lebih banyak saham China daratan dalam indeks acuan utama akan mengancam peran pusat keuangan sebagai gerbang investor global utama ke China.

Penurunan di Hong Kong berbeda dengan kenaikan pesaing di Shanghai, menggambari perubahan lansekap investasi di China seiring penerbit indeks AS mempersiapkan untuk menambahkan 222 saham berdenominasi A A ke MSCI Emerging Markets Index mulai Juni 2018.

Setelah awal yang lambat, indeks CSI300 China berakhir naik 1,1 persen, sedangkan Shanghai Composite bertambah 0,5 persen.

Indeks Hang Seng turun 0,6 persen ke level 25.694,58, sementara China Enterprises Index, indeks populer bagi investor global untuk bertaruh pada pasar China, turun 0,7 persen ke level 10.393,59.

Volume perdagangan Hong Kong telah mendapat tekanan dalam beberapa tahun terakhir dari meningkatnya jumlah dana pertukaran China yang diperdagangkan (ETFs) yang berbasis di negara lain.

Sebagian besar sektor kehilangan pijakan, dengan saham finansial dan properti memimpin penurunan.

 

BACA JUGA : Ratu Inggris Soroti Brexit Saat Buka Parlemen Inggris

Rifan Financindo – Ratu Inggris Elizabeth II secara resmi membuka parlemen, Rabu (21/6), dengan pidato yang menegaskan target-target legislatif pemerintahan Perdana Menteri Theresa May.

Paket legislatif itu termasuk serangkaian hal terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa, sebuah proses yang dipicu oleh referendum tahun lalu dan yang ketentuan-ketentuannya sedang dirundingkan dengan Uni Eropa. Para anggota parlemen akan melakukan pemungutan suara pekan depan mengenai apakah akan menyetujui hal-hal yang diungkapkan dalam pidato itu.

Partai May kehilangan mayoritas di parlemen dalam pemilu sebelumnya bulan ini yang sebetulnya diharapkan May akan memperkokoh posisi pemerintah dalam pembicaraan Brexit. Namun hasilnya yang tidak diperkirakan itu mengharuskan May mencari mitra untuk membentuk pemerintahan minoritas.

Proses Brexit diperkirakan akan berakhir Maret 2019 karena kompleksnya isu-isu terkait kesepakatan perdagangan dan kebijakan kebebasan bergerak antara Inggris dan Uni Eropa.

Sumber: VOA News

Rifan Medan