Saham-Saham Energi Memimpin Penguatan Bursa Jepang

PT RIFAN FINANCINDO –¬†RIFAN FINANCINDOBursa saham Jepang dibuka naik, menyusul reli global, minyak diperdagangkan mendekati level penutupan tertinggi dalam 16 bulan dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,5 persen ke 1,357.60 pada pukul 09:05 pagi di Tokyo, yang dipimpin oleh saham-saham energi. Indeks Nikkei 225 menguat 0,8% persen ke level 16,986.15. Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin, ketika ekuitas global menguat dan setelah debat presiden AS kedua menambahkan spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump. Yen memangkas keuntungan terhadap dolar pada Senin kemarin setelah pada hari Jumat melonjak 0,9 persen. Dua produsen minyak mentah terbesar dunia, Arab Saudi dan Rusia, mengatakan mereka siap untuk bekerja sama untuk membatasi produksi.

Sementara itu, bank sentral Jepang masih memiliki ruang untuk meningkatkan stimulus moneter dan tidak bermaksud untuk mengurangi program pembelian obligasi segera, Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pada hari Sabtu.(frk)

Sumber: Bloomberg

RIFAN FINANCINDO, RIFAN MEDAN, RFBMDN, RIFANF.COM, RFBMDN, SAHAM JEPANG, BURSA MATAUANG, FOREX, YEN, BURSA BERJANGKA, SAHAM ASIA, SAHAM GLOBAL

BACA JUGA : Bursa Asia Dibuka Naik Dengan Saham Energi dan Minyak Mengalami Reli

Bursa saham Asia naik karena saham-saham energi mengalami reli terkait ekspektasi bahwa produsen utama minyak mentah akan bekerja sama untuk mengetatkan produksi, sementara ekuitas di Jepang menguat karena pelemahan yen untuk hari kedua.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen ke level 140,70 pada pukul 09:06 pagi di Tokyo. Minyak mentah AS berada di dekat harga tertinggi dalam lebih dari satu tahun setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan dapat memantapkan kesepakatan untuk membatasi produksi, dan Rusia mengatakan akan mendukung kesepakatan tersebut.

Kontrak pada Indeks S&P 500 sedikit berubah. Indeks ekuitas AS naik 0,5 persen pada hari Senin, karena spekulasi bahwa penampilan kandidat dari Partai Republik Donald Trump dalam debat presiden AS kedua tidak cukup kuat dalam meningkatkan peluangnya untuk menang melawan Hillary Clinton.

Indeks Topix Jepang 0,5 persen lebih tinggi karena pasar saham kembali dibuka setelah libur nasional pada Senin kemarin. Bank of Japan masih memiliki ruang untuk memperluas stimulus moneter dan tidak bermaksud untuk mengurangi program pembelian obligasi segera, Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara selama akhir pekan. Yen diperdagangkan di level 103,83 terhadap dolar, setelah melemah 0,7 persen pada hari Senin. Mata uang Jepang melonjak 1 persen terhadap greenback pada hari Jumat, pekan lalu.

Indeks Kospi Korea Selatan turun kurang dari 0,1 persen karena saham Samsung Electronics Co. turun 4,1 persen. Pihak perusahaan mengatakan mitra ritel harus menghentikan penjualan dan menukar smartphone Galaxy Note 7, yang ditarik di AS pada bulan lalu setelah adanya laporan bahwa ponsel buatan mereka terbakar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3 persen, dengan perusahaan-perusahaan energi melonjak 1,9 persen. Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,5 persen, naik untuk pertama kalinya dalam enam hari.

Bursa saham di Hong Kong dan China belum memulai perdagangan. Pasar saham di Hong Kong dan Taiwan ditutup pada Senin kemarin, sementara Indeks Shanghai Composite naik 1,5 persen, dipimpin oleh produsen energi. Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen dalam perdagangan terbaru.(frk)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan