Sebagian Besar Saham Jepang Naik Setelah Pelemahan Yen

PT RIFAN FINANCINDO –¬†RIFAN FINANCINDOMayoritas saham Jepang naik, dipimpin oleh perusahaan asuransi dan produsen baja, setelah yen membatasi penurunan mingguan ketiga terhadap dolar terkait spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Sekitar 9 saham yang naik untuk setiap 7 saham yang turun pada Indeks Topix acuan, yang naik 0,1 % ke level 1,348.26 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo. Indeks Nikkei 225 raih gain 0,2 % ke level 16,883.52. Yen diperdagangkan pada level 104,10 terhadap greenback setelah melemah dari sekitar 100 menjelang akhir bulan lalu. Wakil Ketua Fed Stanley Fischer akan berbicara di New York pada hari Senin, setelah Ketua Janet Yellen menegaskan panggilannya untuk kenaikan suku bunga setelah data Jumat lalu yang menunjukkan penjualan ritel AS naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Pedagang menempatkan kemungkinan suku bunga AS yang lebih tinggi pada bulan Desember berada di 66 %, naik dari sebelumnya 29 % pada bulan lalu, menurut data berjangka yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Mereka melihat peluang 17 % pada kenaikan biaya pinjaman pada November mendatang. Kontrak pada Indeks S & P 500 melemah 0,2 % menyusul penurunan 1 % dalam ekuitas yang mendasari pada pekan lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Naik Seiring Investor Mengkaji Outlook Suku Bunga AS

Saham Asia naik untuk hari kedua seiring para investor mengkaji prospek suku bunga AS di tengah tanda-tanda membaiknya perekonomian terbesar di dunia. Sementara itu, saham Jepang menguat diiringi pelemahan yen.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 % ke level 138,25 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo, setelah mengalami penurunan terbesar dalam sebulan terakhir pada pekan lalu. Indeks Topix Jepang naik 0,2 % seiring mata uang yen diperdagangkan di level 104,11 terhadap dolar AS. Investor mengamati data ekonomi utama termasuk produksi industri dan inflasi untuk membebani prospek ketika Federal Reserve akan menaikkan biaya pinjaman. Ketua Fed Janet Yellen mengisyaratkan pada Jumat lalu bahwa bank sentral akan tetap melakukan kenaikan suku bunga karena peluang untuk pengetatan moneter pada bulan Desember berada di atas 60 persen. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan