1

Serangan Teroris Guncang St Petersburg 10 Tewas, Puluhan Luka

Rifan Financindo – Negara adidaya Rusia, diguncang duka setelah sebuah ledakan bom yang ditengarai10-tewas-puluhan-luka-337928-1
sebagai serangan terorisme menghan­tam sebuah kereta bawah di ibukota negara ini, Saint Petersburg, Senin (3/4) pukul 14.40 waktu setempat. Aki­batnya, sedikitnya 10 orang tewas dan 50 lainnya luka.

Komisi Penyelidikan Rusia (IC) menyatakan ledakan tersebut sebagai serangan teroris. Namun, pada saat bersamaan, para penyidik tidak menge­cualikan faktor selain terorisme, kata Juru Bicara IC Svetlana Petrenko ke­pada kantor berita TASS.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, bersumpah bahwa para penyidik akan segera mengidentifikasi penyebab ledakan tersebut.

Presiden Vladimir Putin yang segera mengunjungi kota ini meng­atakan, para penyidik sedang menyelidiki apakah ledakan itu ada kait­­annya dengan serang­an teror atau cuma oleh sebab lain. Dia me­nya­takan berbelasungkawa untuk keluarga para korban tewas.

Putin tadinya akan bertemu dengan Presiden Belarusia hari ini, demikian laman Chicago Times.

Juru Bicara Walikota St Petersburg kepada televisi Rusia menye­butkan, paling sedikit 10 orang tewas dan 50 orang lainnya terluka akibat tra­ge­di ini. Sementara, menurut Kantor Berita TASS, sembilan sampai 10 orang meninggal dunia, sedangkan 20 lainnya terluka.

Bahan peledak khusus meledak sekitar pukul 14:40 waktu se­tem­pat di kereta bawah tanah St Petersburg yang sedang berjalan di an­tara Stasiun Tekhnologichesky Institut dan Stasiun Sennaya Ploshchad.

Komisi Anti Teror Nasional Rusia menyatakan bahwa alat peledak tak teridentifikasi meledak di sebuah kereta yang sedang memacu di antara dua sta­siun, yakni stasiun Sennaya Plosh­chad dan Tekhno­logichesky Institut.

Maxim Liksutov, Wakil Walikota Moskow, berkata kepada Interfax bah­wa pihak berwajib Moskow memperke­tat pengamanan subway di ibu kota Rusia itu.

Badan yang mengelola subway menyebutkan bahwa beberapa stasiun kereta bawah tanah di kota Rusia utara itu telah ditutup dan evakuasi penum­pang tengah dilakukan di sana.

Turunkan tim

Juru Bicara IC Svetlana Petrenko kepada kantor berita TASS menyata­kan, penyelidikan kriminal dibuka di bawah Pasal 205 Kitab UU Hukum Pidana (UU Terorisme), tetapi para pe­nyidik juga akan menyelidiki bersama hari penyelidikan lainnya.

Para penyidik kini menyelidiki semua kemungkinan dari ledakan. Ke­pala IC Aleksandr Bastrykin telah me­nerjunkan departemen penyelidikan khusus IC untuk menyelidiki kemung­kinan serangan teror.

“Dari temuan awal, sebuah alat pele­dak khusus diledakkan di sebuah kereta di antara Stasiun Tekhnologichesky Institut dan Stasiun Sennaya Ploshchad sekitar pukul 14:40 waktu Moskow. Ada beberapa korban. Sebuah tim ber­anggotakan para penyidik berpenga­laman dan para spesialis forensik dari kantor pusat IC telah diterjunkan ke St Petersburg,” kata Petrenko.

Para spesialis ini sudah lebih dulu berada di tempat kejadian perkara. Se­mua bagian dari bukti material penting tengah dikumpulkan, para saksi dan pekerja metro telah ditanyai, dan se­jumlah korban telah diidentifikasi.

Temuan awal menunjukkan masinis telah benar menjalankan keretanya.

“Ledakan terjadi di antara kedua stasiun itu. Masinis sudah mengambil keputusan tepat untuk tidak menghen­tikan kereta, namun lanjut ke stasiun selanjutnya, yang memungkinkan sece­patnya dilakukan evakuasi dan pem­berian bantuan kepada yang terluka. Langkah ini membantu mencegah tim­bul korban lebih banyak lagi,” kata Petrenko.

Pemerintahan St. Petersburg telah mengumumkan masa berkabung tiga hari mulai Selasa esok, tulis juru bicara gubernur St. Petersburg Andrey Ki­bitov dalam Twitter.

Menyusul insiden di St. Petersburg ini pengamanan di kota Moskow diper­ketat, demikian kantor berita TASS.

Sementara, para peng­guna media sosial serentak mengunggah foto dan video dari sebuah stasiun kereta bawah tahan di pusat kota itu, menunjukkan orang-orang yang tergeletak di lantai di luar kereta dengan pintu kereta yang sudah rusak.

Para penumpang terlihat menerobos pintu dan jende­la, untuk me­mas­tikan ada orang di dalam gerbong ke­reta sembari berteriak “Pang­gil ambulans!”

Di sisi lain, Komisi Nasi­onal Antiteroris Rusia juga telah me­mas­tikan bahwa se­buah bom rakitan ditemukan di stasiun metro Ploshchad Vosstaniya di St Petersburg dan sudah dijinakkan.

Juru Bicara Komisi Na­sional Antiteroris Andrey Przhezdomsky ke­pada salu­ran televisi berita Rossiya-24, “Di Stasiun Metro Plosh­chad Vosstaniya di St Petersburg sebuah alat peledak ra­ki­tan telah ditemukan dan te­lah dijinakkan tanpa menim­bulkan korban, Senin (3/4). Telah ditangani cepat dan se­cara profesional.”

“Dinas-dinas khusus dan badan penegak hukum telah mengambil langkah-langkah diperlukan untuk mengiden­tifikasi dan mencegah sera­ngan teroris,” kata komisi itu selanjutnya.

Duka dari dunia

Atas musibah ini, ucapan dukacita bagi Rusia dan kor­ban mengalir dari para pe­mimpin dan rakyat dari ber­bagai negara di dunia.

Sekretaris Jenderal De­wan Eropa Thorbjorn Jag­land menyam­paikan bela­sung­kawa kepada rakyat Ru­sia menyusul ledakan hebat di kereta bawah tanah St. Petersburg, Senin pagi waktu setempat.

“Saya terkejut dan sedih mengetahui kabar ledakan maut di St Petersburg. Saya menyampaikan duka cita kepada anggota kita Rusia,” tulis Jagland dalam laman Twitter.

Perdana Menteri Belgia Di­dier Reynders juga me­nyam­paikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Sa­ya me­nyampaikan duka­cita saya kepada keluarga pa­ra korban,” katanya dalam Twitter.

Para menteri luar negeri 28 negara anggota UE yang tengah menggelar pertemuan pada Dewan UE juga meng­ikuti kabar ini, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Federica Mogherini.

“Mengikuti kabar dari Sa­int Petersburg, bersama de­ngan para menteri luar negeri Uni Eropa. Duka kami untuk semua rakyat Rusia,” tulis dia dalam Twitter.

Sedangkan Presiden Ma­je­lis Parlemen Dewan Eropa (PACE) Pedro Agramunt men­cuit di Twitter: “Terpu­kul oleh kabar dari #StPe­ters­burg, terlebih saya baru sa­ja dari sana pekan lalu. Tra­gedi yang mengerikan. Du­ka saya untuk para korban dan mereka yang terluka.”

Juru bicara pemerintah Jer­man Steffen Seibert me­nulis di Twitter: “Kami me­ne­rima kabar mengerikan dari St. Petersburg. Kami me­­nyampaikan belasungka­wa untuk semua korban dan keluarganya.”

Kedutaan Besar AS di Rusia untuk mengung­kap­kan dukacitanya, kata Juru Bicara Kedubes AS Maria Olson. (quad)

 

Rifan Medan