Spekulasi Investor Terkait Bantuan Kebijakan Angkat Bursa Eropa

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Spekulasi Investor[SPEKULASI INVESTOR] : Bursa saham Eropa menguat, memangkas penurunan terburuk dua hari beruntun sejak 2008, karena investor berspekulasi bahwa para pembuat kebijakan dapat mengambil tindakan untuk menopang pasar setelah kegaduhan baru-baru ini.

Indeks Stoxx Europe 600 naik 2,3 persen menjadi 315,81 pada pukul 08:08 pagi di London. Saham-saham Eropa memperpanjang kerugian kemarin di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar dampak dari kejutan pemilu Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. FTSE 100 juga pulih 2,3 persen hari ini. Volume saham Eropa yang berpindah tangan dua kali rata-rata 30-hari, sedangkan untuk ekuitas Inggris, lebih dari dua kali lipat.

Para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels hari ini untuk memulai pertemuan puncak dua hari Dewan Eropa untuk membahas keputusan Inggris yang meninggalkan blok tersebut. Investor juga akan melihat respon Federal Reserve setelah Ketua Janet Yellen memperingatkan kerusakan yang ditimbulkan akibat keputusan Brexit.(frk)

Sumber: Bloomberg

Bursa saham Eropa menguat, memangkas penurunan terburuk dua hari beruntun sejak 2008, karena investor berspekulasi bahwa para pembuat kebijakan dapat mengambil tindakan untuk menopang pasar setelah kegaduhan baru-baru ini.

Indeks Stoxx Europe 600 naik 2,3 persen menjadi 315,81 pada pukul 08:08 pagi di London. Saham-saham Eropa memperpanjang kerugian kemarin di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar dampak dari kejutan pemilu Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. FTSE 100 juga pulih 2,3 persen hari ini. Volume saham Eropa yang berpindah tangan dua kali rata-rata 30-hari, sedangkan untuk ekuitas Inggris, lebih dari dua kali lipat.

Para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels hari ini untuk memulai pertemuan puncak dua hari Dewan Eropa untuk membahas keputusan Inggris yang meninggalkan blok tersebut. Investor juga akan melihat respon Federal Reserve setelah Ketua Janet Yellen memperingatkan kerusakan yang ditimbulkan akibat keputusan Brexit.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan